Sabtu, 21 Januari 2012

Asal-usul Bahasa Indonesia


Menurut Alisjahbana, persebarannya juga luas karena bahasa Melayu dihidupi oleh para pelaut pengembara dan saudagar yang merantau ke mana-mana. “Bahasa itu adalah bahasa perhubungan yang berabad-abad tumbuh di kalangan penduduk Asia Selatan,” tulisnya. Faktor lain, bahasa Melayu adalah bahasa yang mudah dipelajari.
Pada era pemeritahan Belanda di Hindia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal . Persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda pun semakin ketat. Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat.
Meski demikian, ada pihak-pihak yang gigih menolak bahasa Melayu di Indonesia. Van der Chijs, seorang berkebangsaan Belanda, menyarankan supaya sekolah memfasilitasi ajaran bahasa Belanda. JH Abendanon yang saat itu Direktur Departemen Pengajaran, berhasil memasukkan bahasa Belanda ke dalam mata pelajaran wajib di sekolah rakyat dan sekolah pendidikan guru pada 1900.
Akhirnya persaingan bahasa ini nampak dimenangkan oleh bahasa Melayu. Bagaimanapun bahasa Belanda ternyata hanya dapat dikuasai oleh segelintir orang. Kemudian di Kongres Pemuda I tahun 1926, bahasa Melayu menjadi wacana untuk dikembangakan sebagai bahasa dan sastra Indonesia.
Pada Kongres Pemuda II 1928, diikrarkan bahasa persatuan Indonesia dalam Sumpah Pemuda. James Sneddon, penulis The Indonesia Language: Its History and Role in Modern Society terbitan UNSW Press, Australia mencatat pula kalau butir-butir Sumpah Pemuda tersebut merupakan bahasa Melayu Tinggi. Sneddon menganalisis dari penggunakan kata ‘kami’, ‘putera’, ‘puteri’, serta prefiks atau awalan men-.
20 Oktober 1942, didirikan Komisi Bahasa Indonesia yang bertugas menyusun tata bahasa normatif, menentukan kata-kata umum dan istilah modern. Pada 1966, selepas perpindahan kekuasaan ke tangan pemerintah Orde Baru, terbentuk Lembaga Bahasa dan Budaya di bawah naungan Departemen Pendidikan Kebudayaan. Lembaga ini berganti nama menjadi Lembaga Bahasa Nasional pada 1969, dan sekarang berkembang dengan nama yang dikenal, Pusat Bahasa.
Tanggung jawab kerja Pusat Bahasa antara lain meningkatkan mutu bahasa, sarana, serta kepedulian masyarakat terhadap bahasa.

Kamis, 19 Januari 2012

Kisah Malam Pertama....


Ada sepasang pengantin baru berada di kamar pengantin, di malam pertama. Pada tengah malam pertama itu, tiba-tiba isterinya mengerang, “Adui.. Sakitnya bang… ! Macam mana nkisah malam pertamai bang..?” Suaminya lantas menenangkan isterinya, “Jangan nangis Sayang.. Nanti emak ayah dengar.. Mereka mungkin belum tidur lagi tu..” Kebetulan bilik mertua hanya bersebelahan kamar tidur pengantin. Isterinya teresak-esak mengerang “… Sakitnya Bang”

Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang. Mahu tidak mahu, si suami pun berkata, kali ini kuat sedikit suaranya: “Sabar Sayang! Tahan saja.. Esok baru cabut.”

Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya mengerang, tadi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin, fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar. Dia bangun, pergi ke bilik sebelah lantas menendang pintu kamar pengantin.

Dengan rasa geram si ayah mertua berteriak: “Ni apa kena ni? Tak faham ke? Anak aku boleh mati kalau besok baru kau nak cabut! CABUT SEKARANG JUGA!” …

Terkejut besarlah kedua pengantin tu. Sambil tersipu-sipu pengantin perempuan pun berkata kepada ayahnya: “Abah, takkan sakit gigi pun boleh mati.. Lagipun manalah ada Klinik Gigi yang buka 24 jam?

Jumat, 13 Januari 2012

4 Gaya Pacaran.. mana yah gayamu ...


Pacaran Munyu-Munyu (Alias Bikin Orang Lain Geli)
Ini adalah tipe pacaran dimana sebuah pasangan terlihat sangat akrab di muka umum dan jelas-jelasan mengumbar bahwa mereka sedang pacaran. Biasanya, pasangan ini memiliki julukan sendiri untuk pasangannya masing-masing. Julukannya bisa yang normal (seperti mungkin ‚ÄòBubu‚Äô‚Ä itu normal gak sih?) sampe yang bikin orang lain geli (seperti misalnya Pipi-Mimi). Pasangan tipe ini juga biasanya memiliki bahasa atau ungkapan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka sendiri. Pasangan tipe ini bisa menjadi pasangan favorit banyak orang, tapi bisa juga jadi pasangan yang diketawain sama banyak orang.


Pacaran Drama
Pacaran drama adalah tipe pacaran dimana sebuah pasangan memiliki banyak sekali drama dalam kisah percintaan mereka sampe-sampe rasanya kalo ada di sekitar mereka, kamu ngerasa sedang berada di dalam sebuah cerita film. Ceritanya bisa macem-macem. Mulai dari pacaran biasa, terus cowoknya selingkuh sama cewek lain, ceweknya mau bunuh diri, terus balikan, terus ceweknya hamil, cowoknya gak ngaku kalo dia yang menghamili, ceweknya dituduh selingkuh, keluarga si cewek gak terima, gebuk-gebukan, masuk penjara. Gitu deh. Pokoknya pastinya bikin kamu sama temen-temen kamu mikir, “Taek, drama banget sih.”

Pacaran Berantem Mulu
Sesuai namanya, ini adalah pasangan yang pacaran, tapi kerjanya berantem mulu. Bedanya sama yang tipe pacaran drama, pacaran berantem mulu ini gak pake drama-dramaaan. Emang murni berantem aja. Semua hal bisa bikin mereka berantem. Biasanya kalo lagi pergi rame-rame, pasangan ini datengnya paling telat (karena berantem dulu di parkiran), terus pas dateng mukanya sama-sama merengut, trus bikin suasana gak nyaman. Kadang-kadang pasangan ini membuat kamu berpikir kenapa mereka masih juga pacaran.

Pacaran yang Gak Kayak Pacaran
Ini adalah pasangan yang katanya pacaran, tapi gak pernah kayak pacaran. Ada beberapa skenario yang membuat mereka gak pernah keliatan kayak orang pacaran
Katanya pacaran tapi gak pernah keliatan berduaan. Masing-masing sibuk dengan urusan masing-masing
Katanya pacaran, tapi becandanya gak kayak orang pacaran (misal: gebuk-gebukan)
Katanya pacaran, tapi pasangannya cuma dimanfaatin untuk hal-hal tertentu, misalnya kalo cowok, cuma dimanfaatin buat jadi supir aja.

Nah, kalo kayak gini emang cukup bisa dipertanyakan sih. Ya udah sih terserah mereka.